Kapolri Imbau Pemudik Manfaatkan WFA untuk Urai Arus Balik Lebaran 2026
Kapolri Minta Pemudik Manfaatkan WFA
JATENG, Tribrata.news — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) guna mengurai kepadatan arus balik Lebaran 2026. Imbauan tersebut disampaikan saat membuka secara resmi rekayasa lalu lintas one way nasional di Gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah, Selasa, 24 Maret 2026.
Menurut Sigit, kebijakan WFA menjadi salah satu instrumen strategis untuk mendistribusikan pergerakan kendaraan secara lebih merata. Dengan fleksibilitas waktu kembali bekerja, masyarakat diharapkan tidak terkonsentrasi pada satu waktu tertentu yang berpotensi memicu puncak kepadatan arus balik.
“Kalau masyarakat bisa memilih waktu kembali, misalnya tanggal 25, 26, atau 27, maka beban lalu lintas tidak menumpuk pada satu hari. Ini penting agar puncak arus balik bisa terurai,” ujar Sigit di lokasi.
Pembukaan rekayasa lalu lintas one way nasional dimulai dari Gerbang Tol Kalikangkung KM 414 hingga KM 70 ruas Tol Jakarta-Cikampek. Kebijakan ini merupakan bagian dari skema besar pengendalian arus balik yang telah disiapkan oleh Kepolisian bersama sejumlah pemangku kepentingan.

Sigit menjelaskan, selain pemberlakuan one way, pihaknya juga menyiapkan berbagai strategi lain guna mengantisipasi potensi kemacetan, terutama di titik-titik rawan perlambatan. Salah satu fokus utama adalah mencegah terjadinya bottleneck atau penyempitan arus kendaraan menjelang wilayah Jakarta.
“Kami sudah membagi skenario agar tidak terjadi penumpukan di arah Jakarta. Di antaranya melalui penggunaan tol fungsional serta rekayasa lalu lintas tambahan yang situasional,” kata mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri itu.

Dalam pelaksanaan pengamanan arus balik ini, Polri bekerja sama dengan berbagai instansi, termasuk Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, serta pemerintah daerah. Koordinasi lintas sektor dinilai krusial untuk memastikan kelancaran lalu lintas sekaligus keselamatan para pemudik.
Di sisi lain, Kapolri juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan selama perjalanan. Ia mengingatkan agar pengemudi tidak memaksakan diri jika dalam kondisi lelah.
“Masyarakat kami imbau memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan, baik di rest area, pos pelayanan, maupun pos terpadu. Kalau lelah, silakan beristirahat. Jangan memaksakan diri karena itu berisiko terhadap keselamatan,” ujarnya.
Seiring meningkatnya volume kendaraan pada periode arus balik, faktor kelelahan pengemudi menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, keberadaan fasilitas pendukung di sepanjang jalur mudik diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kebijakan WFA yang diimbau pemerintah dalam konteks arus balik Lebaran tahun ini mencerminkan pendekatan yang lebih adaptif terhadap mobilitas masyarakat. Selain mengurangi tekanan pada infrastruktur jalan, kebijakan ini juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan secara lebih fleksibel dan aman.
Dengan kombinasi rekayasa lalu lintas, dukungan fasilitas, serta partisipasi aktif masyarakat, pemerintah berharap arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung lancar, tertib, dan minim kecelakaan. (Slh)
