Kapolda Metro Jaya Luncurkan FKPMS di 11 Sekolah untuk Cegah Perundungan

Kapolda Metro Jaya Luncurkan FKPMS di 11 Sekolah untuk Cegah Perundungan

Kapolda Metro Jaya Bentuk Satgas Anti-Bully Sekolah

JAKARTA, Tribrata.news — Upaya mencegah maraknya perundungan dan berbagai bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan kembali menjadi perhatian serius aparat keamanan. Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri meluncurkan program Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara kepolisian, sekolah, orang tua, serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.

Peluncuran program tersebut dilaksanakan pada Rabu (11/3/2026) di Jakarta dan dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur kewilayahan, hingga para tenaga pendidik dan pelajar. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan sekolah.

Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa sekolah dan madrasah merupakan ruang penting bagi pembentukan karakter generasi muda yang kelak akan memegang estafet kepemimpinan bangsa. Karena itu, lingkungan pendidikan harus dijaga agar tetap aman, tertib, nyaman, dan bebas dari kekerasan.

“Sekolah adalah tempat tumbuhnya generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, lingkungan pendidikan harus kita jaga bersama agar tetap aman, tertib, nyaman, dan kondusif,” ujar Irjen Pol Asep Edi Suheri dalam sambutannya.

Kapolda Metro jaya
Kapolda Metro Jaya Luncurkan FKPMS di 11 Sekolah untuk Cegah Perundungan

Latar Belakang: Ancaman Perundungan dan Kekerasan

Pembentukan FKPMS dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks di lingkungan pendidikan. Fenomena perundungan (bullying), kekerasan fisik maupun verbal, pelecehan, tawuran antar pelajar, hingga pengaruh negatif media sosial menjadi persoalan yang kerap muncul dan memerlukan perhatian serius.

Selain itu, tekanan sosial di kalangan remaja seringkali memicu perilaku menyimpang yang berpotensi mengganggu proses belajar mengajar maupun keamanan lingkungan sekolah.

Data kepolisian menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, Polda Metro Jaya menangani sekitar 2.706 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Angka tersebut menjadi indikator bahwa perlindungan terhadap anak masih menghadapi tantangan besar.

Karena itu, pendekatan yang lebih komprehensif dinilai diperlukan, tidak hanya melalui penegakan hukum tetapi juga pencegahan yang melibatkan berbagai pihak.

“Kehadiran FKPMS merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemitraan antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Forum ini menjadi wadah komunikasi, koordinasi, serta pemecahan masalah secara cepat dan tepat,” kata Kapolda.

Forum Kolaborasi untuk Deteksi Dini

Melalui FKPMS, komunikasi antara berbagai unsur di lingkungan pendidikan diharapkan dapat berjalan lebih efektif. Forum ini dirancang sebagai ruang koordinasi untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.

Setiap indikasi permasalahan di sekolah dapat segera dipetakan dan ditangani sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Dalam mekanisme forum tersebut, pihak sekolah, orang tua, masyarakat, serta aparat kepolisian dapat saling bertukar informasi mengenai berbagai persoalan yang muncul di lingkungan pendidikan.

Model kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem pencegahan yang lebih kuat terhadap berbagai bentuk kekerasan, termasuk perundungan dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

Peran Guru dan Pelajar Ditekankan

Kapolda Metro Jaya juga menyoroti pentingnya peran internal sekolah dalam membangun budaya pendidikan yang sehat. Ia menekankan peran strategis wakil kepala sekolah bidang kesiswaan serta ketua OSIS dari SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah di wilayah Jakarta Pusat.

Menurutnya, para pengurus organisasi siswa memiliki posisi penting sebagai agen perubahan yang mampu membentuk budaya sekolah yang positif.

Dengan keterlibatan aktif para pelajar, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang menjunjung tinggi nilai disiplin, toleransi, serta saling menghormati.

“Peran para wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dan ketua OSIS sangat penting dalam membangun budaya sekolah yang sehat, disiplin, serta bebas dari kekerasan, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba,” ujar Kapolda.

11 Sekolah Jadi Embrio Program

Pada tahap awal, program FKPMS diluncurkan dengan melibatkan 11 sekolah yang mengikuti kegiatan tersebut secara daring melalui Zoom Meeting. Sekolah-sekolah tersebut menjadi embrio pembentukan forum kemitraan di lingkungan pendidikan Jakarta.

Langkah ini diharapkan menjadi model kolaborasi yang dapat diperluas ke berbagai sekolah lain di wilayah ibu kota.

Menurut Kapolda, pengembangan forum ini akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan lebih banyak lembaga pendidikan sehingga jangkauan program dapat semakin luas.

“Dengan adanya embrio FKPMS di 11 sekolah, kami berharap forum kemitraan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi model kolaborasi yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah lainnya,” kata Asep.

Pendekatan Humanis dan Preventif

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi lebih menitikberatkan pada langkah-langkah pencegahan.

Pendekatan humanis dan edukatif menjadi prioritas agar para pelajar dapat memahami risiko dari berbagai perilaku menyimpang sejak dini.

Melalui program FKPMS, kepolisian juga berupaya membangun hubungan yang lebih dekat dengan komunitas pendidikan sehingga tercipta rasa saling percaya antara aparat dan masyarakat.

Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menciptakan sistem perlindungan anak yang lebih efektif.

Kapolda Metro jaya
Kapolda Metro Jaya Luncurkan FKPMS di 11 Sekolah untuk Cegah Perundungan

Menuju Ekosistem Sekolah Aman

Peluncuran FKPMS diharapkan menjadi titik awal dari kerja bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman dan berkelanjutan.

Ke depan, forum ini diharapkan mampu menghasilkan berbagai langkah konkret, antara lain:

penyusunan peta kerawanan di lingkungan sekolah,

pembentukan jalur komunikasi yang jelas antara sekolah dan aparat keamanan,

penyediaan ruang konseling bagi siswa yang menghadapi masalah serta mekanisme penyelesaian konflik secara cepat dan tepat.

Melalui inisiatif tersebut, Polda Metro Jaya ingin memastikan bahwa setiap sekolah memiliki sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.

Komitmen ini sekaligus menegaskan peran kepolisian sebagai mitra masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan, termasuk di lingkungan pendidikan.

Dengan keterlibatan aktif seluruh unsurmulai dari sekolah, keluarga, masyarakat, hingga aparat keamanan program FKPMS diharapkan mampu menjadi fondasi kuat bagi terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda Indonesia. (Slh)

Untitled design (3)
www reallygreatsite com
Untitled design (8)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *