Driver Ojol Dibegal di Helvetia, Motor Raib Dibawa Kabur

Rekaman CCTV Driver Ojol jadi Korban Begal (Ist)

Helvetia Mencekam, Ojol Dibegal Brutal

MEDAN, Tribrata.news Aksi pembegalan terhadap seorang pengemudi ojek online kembali terjadi di Kota Medan. Peristiwa yang menimpa Arsan Ebinsa Harefa, 23 tahun, itu berlangsung pada Rabu dini hari, 11 Februari 2026, sekitar pukul 02.58 WIB, di Jalan Veteran Pasar 10, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli. Lokasi kejadian tepat berada di depan salah satu kantor perusahaan pendanaan.

Peristiwa tersebut menjadi perbincangan luas setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) beredar di media sosial Instagram melalui akun @tkpmedan. Dalam video berdurasi singkat itu, tampak korban sedang duduk di atas sepeda motornya di halaman ruko yang cukup terang. Ia tengah beristirahat sambil menunggu pesanan masuk dari aplikasi.

Tak berselang lama, tiga orang pria datang berboncengan menggunakan satu unit sepeda motor. Dua orang turun dan menghampiri korban, sedangkan satu pelaku tetap berada di atas sepeda motor dengan mesin menyala, diduga bersiap untuk melarikan diri.

Menurut penuturan Arsan saat ditemui pada Senin, 16 Februari 2026, kedua pelaku langsung mengancamnya dengan senjata tajam. Salah satu pelaku menempelkan pisau ke bagian perutnya.

“Pisau itu sudah lengket di perut saya. Terus mereka berupaya mengambil handphone, saya pertahankan. Cuma karena kunci tinggal di sepeda motor, mereka langsung bawa itu,” kata Arsan.

Polsek
Polsek Helvetia (Ist)

Dalam situasi terdesak dan kondisi jalan yang relatif sepi pada dini hari, Arsan berusaha mempertahankan telepon genggamnya. Upaya itu berhasil, namun sepeda motor miliknya tak dapat diselamatkan. Kunci yang masih tergantung di kendaraan memudahkan pelaku membawa kabur motor tersebut dalam hitungan detik.

Rekaman CCTV memperlihatkan para pelaku bergerak cepat dan terorganisasi. Setelah motor korban berhasil dikuasai, mereka segera meninggalkan lokasi. Tidak terlihat adanya warga yang melintas atau memberi pertolongan pada saat kejadian.

Arsan mengatakan seluruh dokumen penting, termasuk surat-surat kendaraan, berada di dalam jok sepeda motor yang dibawa kabur. Kerugian material ditaksir mencapai belasan juta rupiah. Bagi Arsan, kehilangan itu bukan sekadar aset, melainkan alat utama untuk mencari nafkah.

“Semua surat-surat lengkap di sepeda motor itu. Tapi rencananya saya tetap buat laporan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, korban mengaku belum membuat laporan resmi ke kantor kepolisian setempat. Ia masih berkoordinasi dengan rekan-rekan sesama pengemudi ojek online untuk mencari informasi tambahan, termasuk kemungkinan keberadaan sepeda motor tersebut.

Begal
Begal Ilustrasi (Ist)

Kawasan Helvetia dan Labuhan Deli memang kerap dilalui kendaraan logistik maupun pekerja malam. Namun, pada jam-jam rawan menjelang subuh, aktivitas cenderung menurun drastis. Minimnya pengawasan dan situasi jalan yang lengang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan jalanan.

Kasus ini menambah daftar panjang tindak kriminalitas yang menyasar pengemudi ojek online di sejumlah titik di Medan. Para pengemudi, terutama yang beroperasi hingga larut malam, menghadapi risiko tinggi di tengah tuntutan ekonomi dan persaingan order.

Peristiwa tersebut juga memicu keprihatinan di kalangan komunitas ojol. Sejumlah pengemudi berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli pada jam-jam rawan serta mempercepat pengungkapan kasus berdasarkan rekaman CCTV yang telah beredar luas.

Bagi Arsan, malam itu menjadi pengalaman yang tak mudah dilupakan. Dalam hitungan menit, ia harus merelakan kendaraan yang selama ini menjadi penopang hidupnya. Kini, ia hanya bisa berharap sepeda motornya ditemukan dan para pelaku segera tertangkap. (Yor)

Untitled design (3)
www reallygreatsite com
Untitled design (8)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *